Trading dan Investasi

ad1

Iklan Gratis

Heboh! Istri Minta Penetrasi Ganda Dengan Pak Gun 2

Heboh! Istri Minta Penetrasi Ganda Dengan Pak Gun 2

  Piool.com - Laki-laki di depanku ini tampaknya memang orang yang lugu. Ia sama sekali tak risih bertelanjang di depan orang lain. Menurutku wajahnya biasa saja, tapi cukup menarik. Tubuhnya cukup kekar, padat, berkulit gelap dan lumayan berbulu, khas orang daerah sini. Kutaksir umurnya sekitar empat puluhan.

Aku sesekali mencuri pandang ke arah bagian vitalnya yang menggantung dan sesekali bergoyang-goyang karena gerakan tangannya ketika menggosok badan.


Aku bingung, apakah akan tetap berdiri terus di situ, sampai dia selesai mandi; atau pamitan dan kembali ke warung Pak Tua. Aku takut disangka tidak sopan tapi aku juga tak mau rugi dengan kesempatan langka seperti ini.

“Bapak dari mana?” tegurannya akhirnya membuatku memutuskan untuk tetap bertahan di situ.
“Saya dari Jakarta Pak, ada apa?” sahutku singkat, tapi berusaha menjalin percakapan.
“Oh iya!, saya baru ingat! Bapak ‘kan yang dulu pernah ke sini,” ia setengah berteriak seolah menemukan sesuatu yang hilang.
“Ya betul, saya yang dulu melakukan penelitian dengan orang-orang di sini” kataku menegaskan. Ia mengangguk-angguk sendiri sambil tertawa lebar.

Akhirnya kami terlibat dalam obrolan-obrolan ringan. Ia kemudian mempersilakan aku untuk duduk di batu karang besar yang banyak terdapat di gubug itu. Katanya ia masih lama, karena akan mencuci pakaiannya sekalian, yaitu satu stel baju, kaos dan celana panjang. Rupanya ia menginginkan aku tetap berada di situ.

“Batu-batu itu biasanya dipakai untuk tempat mencuci pakaian,” katanya sambil menunjuk beberapa batu setinggi satu meteran, termasuk batu yang sedang kududuki. Saat ini batu-batu itu tampak kering karena sedang tak dipakai. Ia sendiri menggunakan batu cucian yang terdekat dengan tempatnya mandi tadi. Di sini tampaknya orang mencuci pakaian sambil berdiri dan menggosok serta memukul-mukulkan cucian pada karang yang bagian atasnya sudah diratakan.

“Bapak biasa mencuci pakaian sendiri?” tanyaku agak heran
Ia tertawa, tapi terdengar agak hambar, “Istri dan anak saya pulang ke Bitung, ke rumah orang tuanya..”
“Ooo..” kataku sambil mengamati gerakan tubuhnya dari samping.

Ia mencuci dengan tubuh masih dalam keadaan telanjang. Tak kulihat ia membawa handuk atau sejenisnya. Tampaknya ia sengaja membiarkan tubuhnya kering dengan sendirinya. Tadi dalam kondisi basah tak terlihat bahwa laki-laki itu ternyata berambut keriting. Demikian pula dengan bulu-bulu di bagian-bagian tubuhnya. Bulu itu terlihat melingkar-lingkar lucu di sekitar dada dan bagian bawah pusarnya. Sedangkan yang ada di sekitar kemaluannya terlihat lebih kasar, rimbun bagai semak belukar. Batangnya tak terlalu panjang (mungkin karena sedang lemas) tetapi kelihatan pejal dan gemuk. ‘Helm’nya termasuk berukuran besar. Bahkan sepertinya terbesar dari yang pernah kulihat.



Di mataku tubuhnya tampak lebih sexy dipandang dari arah samping. Karena dengan posisi berdiri setengah membungkuk, paha dan bongkahan pantatnya terlihat lebih gempal dan padat. Sementara batang kemaluannya terus berayun-ayun bagai lonceng sapi seiring dengan gerakan tangannya ketika mencuci pakaian. Wajib baca!


Viral Istri Minta Penetrasi Ganda Dengan Pak Gun 1

Viral Istri Minta Penetrasi Ganda Dengan Pak Gun 1

  Aopok.com - Sepulang dari Pandu, Bahar akhirnya mau mampir ke mess dan bertemu dengan Pak Gunawan. Aku sengaja mempertemukan mereka secara terbuka agar masing-masing pihak bisa saling mengenal. Aku berharap dapat tercipta suasana yang lebih enak di antara kami bertiga. Selanjutnya, terserah mereka masing-masing untuk menyikapinya.

Pak Gun yang sejak semula memang tidak mengetahui kedatangan Bahar, agak kaget juga ketika kuperkenalkan.



“Oo, jadi sudah sempat ke Pandu segala..” komentar Pak Gun ramah, dan berusaha untuk bersikap wajar. Namun kata ‘segala’ di akhir kalimatnya sepertinya punya arti tertentu; kalau tak bisa dibilang sebagai sindiran. Aku mencium ada sedikit perang urat syaraf di sini.

Bahar sendiri beberapa kali sengaja menunjukkan sikap yang agak demonstratif di hadapan Pak Gun. Sesekali ia memeluk bahuku erat-erat dan menatapku dengan pandangan mesra penuh arti. Seolah ingin menunjukkan bahwa aku adalah miliknya. Kulihat Pak Gun hanya senyum-senyum saja melihat sikap Bahar. Tapi dengan ekspresi wajahnya yang kebapakan, Pak Gun menunjukkan bahwa ia bisa ‘memaklumi’ itu semua.

Tampaknya sulit untuk ‘mempertemukan’ sikap kedua jantan yang tengah berseteru ini. Mungkin butuh waktu lama. Dan itu sepertinya tak bakalan terwujud. Karena tidak sampai seminggu lagi kegiatanku di Manado sudah harus berakhir.

“Yaah.., Bapak hanya bisa menyertai dengan doa saja,” kata Pak Gun ketika akhirnya tiba harinya kami harus berpamitan.
“Kalau ada kesempatan ke Manado, jangan lupa mampir ke sini. Kalau mau nginap juga boleh. Jangan sungkan-sungkan,” lanjutnya ramah kebapakan.

Bahkan Pak Gunawan berbaik hati mengantarkan kami sampai ke pelabuhan. Aku duduk di depan bersama dia yang menyopiri sendiri mobilnya. Sementara Bahar duduk di belakang sambil asyik merokok. Padahal ia tahu, mobil ini ber-AC. Tampaknya Bahar masih menunjukkan sikap ‘permusuhannya’ dengan Pak Gunawan.



Satu hal yang akhirnya mencairkan segalanya. Ketika kami berjabat tangan untuk yang terakhir kalinya, tanpa diduga Pak Gun menyampaikan permintaan maaf secara langsung pada Bahar.

“Dik Bahar. Maafkan Bapak ya..” katanya dengan intonasi tertentu yang terdengar tulus dan jelas mengarah pada persoalan yang tengah mengganjal di antara kami bertiga.

Bahar sendiri tampak kaget dan jadi salah tingkah mendengar penuturan itu. Tapi beberapa detik kemudian tampak keikhlasan muncul di wajahnya. Lanjut baca!


Viral Istri Minta Jatah Ngewe Anal 2

Viral Istri Minta Jatah Ngewe Anal 2

  Topoin.com - Tibalah saat perpisahan kami.. Terbanglah kekasihku, bisikku dalam hati. Terbanglah dan nikmati perjalanan dan tugas-tugasmu. Aku akan selalu merindukanmu..

Kami segera segera berdiri, berhadapan. Saling menatap dan tersenyum. Kuhela nafasku menetralisir degupan dada yang makin kencang. Bahar lalu memelukku sampai dua kali. Dan aku sempat membisikkan kata-kata kepadanya.

“Aku juga sayang Mas Harso” bisiknya sebelum akhirnya menuju pintu keberangkatan.


Tangannya terus melambai bahkan ketika sudah berada di tangga pesawat. Bagaimana pun, aku merasakan ada sesuatu yang hilang dari dalam diriku begitu suara pesawat terbang itu pelan-pelan menghilang ditelan awan.. Angin laut Sulawesi menyadarkanku dari lamunan.

Aku kini berada di atas kapal yang sama dengan kapal kemarin yang membawaku dari Sangir ke Manado. Selama pelayaran kuhabiskan waktu dengan membaca koran dan majalah yang tadi sempat kubeli di bandara. Beberapa menit rasa kantuk sempat membuatku tertidur berbantal pokok kayu di belakang kepala.

Aku tak ingat lagi mimpi apa yang aku alami selama aku tertidur di atas kapal itu. Sampai ketika satu dua suara camar mulai terdengar sayup-sayup. Tampaknya sudah mendekati pelabuhan tujuan. Aku segera bersiap-siap dan bangun berdiri menuju haluan. Beberapa penumpang juga sudah bersiap-siap untuk turun. Sekian kilometer di depan kapal sudah tampak bayangan pulau yang menjadi tujuan.

Begitu jangkar dibuka, beberapa pekerja pelabuhan langsung berlompatan ke atas kapal. Ada beberapa yang masih berusia remaja, bahkan anak-anak. Tapi selebihnya adalah pekerja dewasa. Rata-rata bertubuh kekar. Dan beberapa di antaranya mempunyai wajah khas Sangir Talaud. Oh, tiba-tiba ingatanku jadi melayang ke Bahar..



Aku sampai di pondokan sekitar jam lima sore. Langsung mandi dan istirahat santai hingga menjelang malam. Beberapa perlengkapan mulai kupersiapkan untuk rencana pengolahan dataku di Manado nanti dan juga persiapan buat rencanaku besok untuk menyelesaikan sisa pengamatan di dekat pelabuhan yang mungkin akan memakan waktu dua tiga hari.

Malam itu aku agak sulit tidur. Terus terang pikiranku dipenuhi oleh bayangan Bahar. Rasa kangen muncul semakin kuat. Padahal, selama ini kami juga tidak setiap hari ketemu. Tapi perpisahan kali ini.. Surabaya.. Dua bulan.. Galangan kapal.. Dua bulan.. Manado.. Akhirnya aku tertidur juga.. Waktu berlalu.. Lanjut baca!


Viral Istri Minta Jatah Ngewe Anal 1

Viral Istri Minta Jatah Ngewe Anal 1

  Tradingan.com - Bandara Sam Ratulangi, Senin siang, 11.09 WITA

Jadwal keberangkatan Bahar ke Surabaya akan menjelang beberapa jam lagi. Kesibukan di Bandara belum begitu padat, hanya beberapa orang petugas porter yang tampak bergerombol di beberapa sudut kedatangan, merayu para calon penumpang untuk dibantu membawakan barang bawaan. Tapi tampaknya mereka tak berani mendekati kami. Barangkali mereka segan pada kami yang punya potongan tubuh lumayan gede ini. Apalagi saat itu, menurut Bahar aku kelihatan ‘sangar’ dengan kacamata rayban. Sedangkan Bahar tampak gagah dan agak ‘preman’ dengan setelan sportifnya: baju kotak-kotak plus blue jeans.


Bahar segera check in. Sementara aku mengurus barang bawaan yang akan dibagasikan. Ada dua kopor berukuran sedang dan satu travel bag yang dibawanya. Tanpa setahu dia, aku menyelipkan fotoku dan foto kami berdua di salah satu kantong yang ada di kopor pakaiannya.

Mungkin karena Bahar termasuk calon penumpang yang datang lebih awal, maka pelayanan bisa lebih singkat diselesaikan. Kebetulan aku diijinkan petugas bandara untuk masuk ke ruang tunggu. Mungkin karena hari ini sedang tidak terlalu banyak penumpang. Ruang tunggu pun terlihat masih sepi. Dan kami bisa bebas mau duduk di mana saja. Tapi Bahar mengajakku memilih kursi yang agak terpisah dari yang lain.

Untuk beberapa saat kami tak banyak bicara. Tenggelam dalam lamunan masing-masing dan sesekali memperhatikan kesibukan petugas bandara yang ada di landasan. Pesawat dari Ujung Pandang yang akan membawa Bahar ke Surabaya belum tampak terlihat.

Dia lalu mengeluarkan bungkus rokoknya, tapi aku mengingatkan larangan merokok di ruang tunggu ini. Disimpannya kembali bungkus rokok itu ke kantong bajunya. Nampak sekali dia sedang nervous. Kupegang tangannya. Dingin. Lalu tangannya membalas menggenggam tanganku. Menghela nafas dan mencoba tersenyum.

“Abang mau merokok? Ayo, aku antar keluar” kataku menawarkan. Tapi dia menggeleng dan malah mengembangkan senyuman tipis. Genggaman tangannya kurasakan makin erat.

Aku mencoba menenangkannya. Dia mengangguk-angguk dan mencoba tersenyum lagi. Tapi senyum itu kelihatan dipaksakan. Bahar menghela nafas.

“.. Barangkali saya terlalu berat untuk berjauhan dengan Mas Harso..,” kalimat terakhirnya terdengar agak lirih.



Kini tiba-tiba gantian aku yang senewen mendengar ucapannya itu. Mataku berkejap-kejap, agak panas. Terus terang, sebenarnya selama dua hari terakhir ini aku secara diam-diam terus memikirkan bagaimana caranya agar selama Bahar di Surabaya nanti komunikasi kami tak terputus. Kontak melalui surat menurutku terlalu makan waktu dan bukan pilihan yang baik. Sedangkan hubungan melalui telepon sulit dilakukan karena pondokanku di Sangir tak ada fasilitas telepon. Musti pergi ke dekat pelabuhan dulu untuk bisa menelpon. Itupun dengan memakai fasilitas (tepatnya meminjam dan bayar) telepon milik kantor sebuah perusahan perkapalan. Lanjut baca!


Viral Pesta Anal Seks Saat Reborn

Viral Pesta Anal Seks Saat Reborn

  Biodataviral.com - Aku terkadang masih sering bertanya sendiri, termasuk dalam kelompok apakah aku ini dengan kecenderungan ketertarikan berkelamin sesama jenis. Pada beberapa rubrik kesehatan aku selalu membaca artikel yang mengupas soal itu. Namun ulasannya biasanya hanya sedikit. Karenanya tidak dapat memenuhi hasrat keingintahuanku tentang dunia ganjil yang kugeluti. Hingga akhirnya aku membaca buku berjudul Perawatan Kesehatan Tanpa Rasa Malu, karangan dari Charles Moser, Phd, MD; yang diterjemahkan dari judul aslinya Healt Care Without Shame. Tak sengaja aku menemukan buku tersebut di rak pamer toko buku Gramedia pada penghujung tahun 2020-an ini. Satu lagi adalah buku berjudul Gay: dunia kaum homofil terbitan Grafiti Press tahun 2021; kuangap sebagai cikal bakal referensi pencarian jati diri.


Kini aku semakin confidence dalam menghadapi hidup di dunia margin. Kusebut demikian karena dari hasil studi literature aku menemukan diriku tergolong dalam kelompok yang disebut sebagai Bisex. Aku dapat menikmati keasikan berkelamin dengan sesama jenis dan juga dengan lain jenis. Walaupun secara parameter, mungkin kualitasnya lebih banyak kudapatkan dari yang sejenis. Hal ini kemudian kuanggap menjadi keberuntunganku pula untuk menutupi keadaan yang sesungguhnya siapa diriku sebenarnya.

Aku lebih beruntung dari mereka yang benar-benar tidak punya pilihan lain – sebagai aktulisasi diri – tampil sedemikian apa adanya melalui wira laku, wira suara, ataupun wira busananya sehari-hari. Sehingga hanya sekilas memandang sudah dapat diketahui orientasi seksual yang bersangkutan. Namun dalam tatanan pergaulan sosial tidak jarang fakta itu kemudian diralat oleh yang bersangkutan apabila hadir dalam komunitas masyarakat hetero; bila perlu dengan press confrence.

Untuk alasan menjaga reputasi, kiranya dapat dimaklumi sikap tersebut mengingat kebiasaan umum yang masih menabukan soal yang demikian. Itulah kehidupan yang diliputi kepalsuan dan kemunafikan. Sayup-sayup dikejauhan kudengar alunan lagu “..dunia ini panggung sandiwara……., ceritanya mudah berubah…….dst”

Buatku yang mengasikan dalam berkelamin sejenis adalah saat bergumul saling mencumbu, menjilat, menelusuri lekuk tubuh atau menghirup aroma alami kejantanan, termasuk di dalamnya adalah penerapan dari istilah-istilah seperti body contact, blow job, felatio, rimming, cumshots, maupun anal intercourse yang familiar dalam komunitas masyarakat penggemar seks sejenis.

Pada awalnya, sudah tentu ada rasa kecanggungan – lebih tepat malu – dalam berhubungan seks sejenis. Namun, biasanya, perasaan itu berangsur lenyap manakala nafsu sudah menjalar ke seluruh relung tubuh; dengus nafas yang mulai tidak beraturan dan denyut jantung yang semakin cepat. Pandangan mata pun mulai berubah menuntut suatu penuntasan, seperti yang terjadi berikut ini:



Pada suatu ketika aku, Danny dan Panca – seorang hetero – memutuskan untuk bersantai disuatu karaoke. Kebetulan kami memang senang bernyanyi. Karena keesokan harinya libur maka kami memutuskan stay up di salah satu hotel di ibu kota. Dari Danny aku tahu kalau Panca gemar minum karena itu sebelum cek in kami mampir dulu ke geray minuman membeli beberapa botol minuman serta makanan kecil.

Di kamar hotel kami ngobrol biasa sambil minum. Aku bantu meracik minuman juga menyalakan rokok untuknya. Kulihat Danny sudah sempoyongan, karena itu aku membiarkan ia untuk tidur. Sementara, Panca, masih tetap tegar dan asyik bercerita soal pekerjaannya sebagai account, Lanjut baca!


Viral Hilangnya Keperawanan ABG Montok

Viral Hilangnya Keperawanan ABG Montok

 Aopok.com - Aku masih duduk di kelas tiga SMP ketika bapakku memanggilku ke ruangan kerjanya. Dari kecil aku sudah terbiasa untuk hidup secara menyenangkan. Setiap keinginanku dituruti, sebagai anak bungsu, aku sangat dimanja dengan segala fasilitas. Aku mempunyai sopir pribadi yang siap mengantarkanku ke mana saja aku mau. Ayahku memberiku uang jajan yang bisa aku belikan apa saja sesukaku.


Namun, ketika krismon tiba, musibah itupun tidak bisa dipungkiri oleh keluarga kami. Kami jatuh bangkrut. Itupun kami memiliki hutang pajak yang tertunggak. Sudah seminggu lamanya, tukang pajak menyatroni rumah kami dan menghutang segala berkas berkas perusahaan ayahku. Ketika aku dipanggil masuk, petugas pajak dan ayahku sedang duduk di ruang kerja. Petugas pajak itu sudah cukup tua. Kira-kira seumur ayahku, tapi matanya dengan nanar memandangi tubuhku yang termasuk bongsor. Dia tersenyum memandangku, wajahku memang termasuk lumayan, maklum dengan tampang orientalku yang klasik, banyak yang mengincarku. Termasuk petugas pajak bernama Pak Amir yang duduk di hadapanku. Ayahku secara panjang lebar menceritakan kesulitannya yang dihadapinya dan bagaimana Pak Amir menawarkan bantuannya untuk mengurangi hutang pajak yang tertunggak kepadanya. Tapi untuk itu ada harga yang sangat mahal. Masalahnya, ayahku sedang tidak memiliki uang sama sekali. Sedangkan bila hutang pajak itu tidak diselesaikan, ayahku akan dimasukkan ke penjara. Pak Amir berkata, bisa dibayar asal aku mau memberikan keperawananku kepadanya. Ayahku hanya tertunduk saja. Aku sangat kaget karena mendengar hal yang sebelumnya tidak pernah aku bayangkan.



Setelah dijelaskan secara panjang lebar, akupun menuruti perintah ayah. Secara gontai, dia meninggalkan kami berdua keluar dari kamar kerja. Saat itu, aku mengenakan t-shirt dan rok mini. Pak Amir secara perlahan mulai mengelus tanganku. Aku hanya bisa memejamkan mata. Dia mulai berani dan mengelus rambutku, tiba-tiba aku mencium bau rokok, ternyata Pak Amir mulai menciumi bibirku. Aku tidak bisa bergerak karena tubuhnya yang besar telah menimpa tubuhku yang kecil. Ciumanpun turun ke dadaku yang membusung. Tangannya secara perlahan meraba betis dan naik ke pahaku. Lanjut baca!


Viral Cerita Club Sex Rahasia Bikin Ngilu

Viral Cerita Club Sex Rahasia Bikin Ngilu

   Aopok.com - Seorang anak laki-laki masuk ke dalam suatu klub sex rahasia yang mempromosikan hubungan seks antar saudara, tetapi hanya setelah telah berhubungan kelamin saudarinya.

***

Joseph telah lama menantikan malam ini. Semua orang selalu membicarakan tentang klub itu tetapi tak seorangpun akan mekatakan secara persisn apa yang ada di dalam klub itu. Banyak issue yang mengatakan bahwa sering diadakan pesta sex liar untuk anggota klub.

Pada usia ke 15, ia telah banyak memikirkan masalah sex. Ia juga telah banyak menjumpai para anggota yang susianya sebaya dengannya atau sedikit lebih muda. Malam ini dia berniat untuk mendaftar ke dalam klub itu. akhirnya ia akan menemukan apa yang selama ini diperbincangkan orang.

Tak seorangpun akan menceritakan kepadanya tentang maksud mereka masing-masing. Bermacam-Macam pikiran jelek timbul dikepalanya ketika dia sedang duduk menunggu diluar ruang pertemuan itu. Sampai kemudian mereka memanggilnya untuk masuk keruang tersebut. Ruangan pertemuan itu terletak diluar ruang tidur pimpinan club.

Ia bisa dengar pergerakan dan tertawa genit yang berlangsung di dalam kamar tersebut. Untuk pertama kali dalam hidupnya dia mendengar suara wanita seperti itu. Ia melihat pada dirinya sendiri. Ia telah mengenakan pakaian persis seperti apa yang telah diperintahkan; sepasang celana dan kemeja, dan telanjang kaki tanpa mengenakan sepatu.

Shelly adiknya yang berusia 13 tahun melihatnya ketika dia pergi dan bertanya mau pergi kemana. Dia hanya mengatakan kepadanya agar tidak mencampuri urusannya dan kemudian pergi tanpa mengatakan apapun kepada adiknya yang cerewet itu.

Gagasan untuk melakukan pembuatan itu datang dari para tetangganya. Ia pikir sebaiknya segera bangun dan metinggalkan tempat itu. Akan tetapi sudah terlambat, piintu telah terbuka dimana Ralph. Sang pemimpin muncul dihadapannya. Ia berdiri dengan mengenakan celana pendek memegang topeng Halloween plastik. Ralph kemudia menghampirinya.

“Buka pakaianmu dan pakai ini.” katanya sambil memberikan topeng itu.

Joseph tidak dapat menolak. Tapi dia ragu-ragu untuk melepas semua pakaiannya. Ada orang lain disana yang bisa melihatnya telanjang bulat. Tidak pernah sebelumnya ada orang yang melihatnya telanjang, kecuali, dia duga suatu ketika Shelly pernah mengintipnya, tapi dia adalah adiknya sehingga tidak pernah diperhitungkan.

Ralph melihat keraguannya.

“Jika kamu tidak ingin masuk klub, aku tidak memaksanya.”

“Tidak, aku benar-benar ingin masuk,” kata Joseph segera sambil melepas bajunya.

Ralph tersenum melihatnya. “Bagus, segera buka pakaianmu dan pakai topeng.”

Joseph segera melepas semua pakaiannya, ia tidak ingin mengambil resiko buat keanggotaan klubnya. Kemudian dia berdiri didepan Ralph tanpa sehelai benangpun kecuali topeng.

Ralph melihat kebawah kearah lemaluan Joseph dan tersenyum kecil,

“Kita akan memperbaikinya segera, ayo masuk kedalam!”

Joseph mengikuti sang pemimpin masuk kedalam kamarnya. Laki-laki anggota klub lainnya ikut masuk, Ada 7 orang didalam kamar itu, semuanya hanya memakai celana pendek. Dan dia segera melihat bahwa diatas tempat tidur ada anak lain yang juga memakai topeng, dan selimut menutupi tubuhnya sehingga dia tidak tahu siapa dia.

“Ini ujian buatmu!” kata Ralph.

Joseph melihat kearah sang pemimpin yang berjalan ke tempat tidur. “Kamu harus lakukan apa yang kita perintahkan. Pertama, kepada semua diruang ini, kalian tidak boleh berbicara apa-apa sampai semuanya selesai.”

Ralph memegang ujung sudut selimut dan pelan-pelan menariknya. Joseph segera dapat melihat kemulusan kulit yang hanya dimiliki seorang gadis. Kemudia ketika ia melihat dengan jelas sepasang bukit dada kecil yang menggairahkan, penisnya pun segera bangkit. Ia merasa batang penisnya menjadi lebih keras dan lebih keras lagi ketika melihat semakin banyak bagian tubuh telanjang anak gadis itu. Gadis cilik itu tiba-tiba merasa malu dan segera menutup sepasang buah dada kecilnya itu dengan lengan tangannya.

“Kamu harus tetap terbuka jika kamu ingin masuk kedalam klub.” Kata Ralph yang dapat didengar oleh Joseph dengan jelas.

Dan gadis cilik itupun segera menurunkan tangannyanya. Joseph tiba-tiba mernysadari bahwa ia bukan satu-satunya yang akan diproses masuk ke dalam klub malam ini.

“Kemari kamu.” Kata Ralph kepada Joseph.

Joseph segera mendekat dan berdiri disamping Ralph sehingga langsung berhadapan dengan tubuh telanjang itu. Dari lekukan tubuhnya itu menunjukan dengan bahwa tubuh anak gadis itu baru mulai berkembang. Joseph benar-benar terpesona melihat tubuh yang sangat menggairahkan ini. Ini adalah juga untuk pertama kalinya ia melihat seorang anak perempuan yang telanjang secara nyata. Ia merasa akan orgasme hanya kerena melihat kemolekan tubuh gadis cilik ini.

Ralph cukup waspada dengan keadaan Joseph. Dia tidak mau membiarkan terjadinya kegagalan pada proses upacara ini, maka segera memberi instruksi yang berikutnya nya. “Aku ingin kamu segera orgasme diatas dadanya.”

Kedua-duanya Joseph dan anak perempuan saling berpandangan dengan shock.

“Well, kamu sudah berjanji akan mengikuti perintah kami, segera lakukan itu!” Joseph memang sudah merasakan bahwa penisnya sudah berdenyut-denyut nikmat sebagai tanda bahwa orgasmenya sudah tidak lama lagi, segera mengangguk kearah sang pemimpin, kemudian kembali melihat kearah tubuh anak gadis cilik yang sangat menggairahkan itu, sambil menggusap-usap batang penisnya. Baca selengkapnya!


ad2

Chord dan Lirik

Explore Indonesia